SEPENGGAL KISAH SEORANG PENCURI
Ada salah
seorang pencuri didaerah timur tengah dan akhirnya dia tertangkap
Sesuai dengan hukum islam, maka
dibawalah pencuri itu didepan hakim
Yang berlaku sesuai hukum islam bagi
si pencuri adalah potong tangan, betul kan...?
Hakim : ada yang mau kamu sampaikan
wahai pencuri...?
Hakim : Algojooo, siapkan
pedangnya...
Pencuri : Sebentar Pak Hakim, saya
boleh menjelaskan sesuatu mengenai kasus ini...?
Hakim : Silahkan (kan negara islam,
dikasih kesempatan orang untuk membela diri)
Pencuri : Saya sudah punya niatan
mencuri 1 minggu sebelumnya...
Sampailah saya pada hari H saya
mencuri, dan saya tidak mendapatkan halangan apapun dari Allah وتَعَالَى سُبْحَانَهُ
Pencuri : artinya niat dan perbuatan
saya sudah di acc sama Allah, dan memang sudah ditakdirkan itu terjadi
Apa yang saya lakukan itu adalah
kehendak Allah, tanpa kehendaknya, tidak mungkin pencurian itu berhasil
Hakim : Algojoooooo
Pencuri : Sebentar Pak Hakim, apa
yang saya lakukan sudah tercatat loh di Lauful Mafus (Buku catatan masing2
manusia)
Hakim : Algojoooo.... Potong
tangannya
Algojo : siaaaap *praaaak*
Pencuri : Nangis2 kesakitan
Hakim : Sebenernya saya juga ga mau
potong tangan kamu, tapi.... Allah tidak menghalangi saya, artinya Allah ACC
dengan keputusan saya
Hakim : Kamu lupa, dilembar halaman
berikutnya di lauful mafus, tertulis bahwa setelah mencuri, kamu di potong
tangannya
Sampai sini bisa ditangkap ceritanya....?
Pertanyaan :
1. Apakah sudah menjadi takdir tangan pencuri itu dipotong...?
2. Mana yang
benar, hakim atau pencurinya....?
Skenarionya
sudah terjadi
Ga bisa diputer
mundur lagi
Ceritanya udah
FIX, ga bisa dirubah-rubah
Jawaban yang benar adalah :
Hakim
dan Pencuri sama-sama SALAH...!!!!
Sehingga dapat disimpulkan :Ketika
kita membahas masalah takdir, maka jangan pernah dikaitkan sedikitpun dengan :
1. Ilmu Allah
2. Ketentuan
Allah
3. Lauful Mafuz
Hakim dan Pencuri tadi
mencampuradukkan nomor 2 dan 3, makanya
Salah semua
Takdir itu sesuatu yang memang kita
tidak bisa dibebaskan untuk memilih dan kita tidak akan diminta pertanggung
jawabannya
Contoh : Ada
orang meninggal karena Tsunami, maka dia akan dibebaskanbpertanggung jawabannya
karena apa dia meninggal, ini TAKDIR
Contoh 2 : Ada
orang meninggal karena NARKOBA, maka penyebab meninggalnya dia akan diminta
pertanggung jawaban
Dan itu bukan TAKDIR Tetapi -
PILIHAN...!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar