Minggu, 04 September 2016

“TAKDIR”





SEPENGGAL KISAH SEORANG PENCURI
Ada salah seorang pencuri didaerah timur tengah dan akhirnya dia tertangkap
Sesuai dengan hukum islam, maka dibawalah pencuri itu didepan hakim
Yang berlaku sesuai hukum islam bagi si pencuri adalah potong tangan, betul kan...?
Hakim : ada yang mau kamu sampaikan wahai pencuri...?
Hakim : Algojooo, siapkan pedangnya...
Pencuri : Sebentar Pak Hakim, saya boleh menjelaskan sesuatu mengenai kasus ini...?
Hakim : Silahkan (kan negara islam, dikasih kesempatan orang untuk membela diri)
Pencuri : Saya sudah punya niatan mencuri 1 minggu sebelumnya...
Sampailah saya pada hari H saya mencuri, dan saya tidak mendapatkan halangan apapun dari Allah وتَعَالَى سُبْحَانَهُ
Pencuri : artinya niat dan perbuatan saya sudah di acc sama Allah, dan memang sudah ditakdirkan itu terjadi
Apa yang saya lakukan itu adalah kehendak Allah, tanpa kehendaknya, tidak mungkin pencurian itu berhasil
Hakim : Algojoooooo
Pencuri : Sebentar Pak Hakim, apa yang saya lakukan sudah tercatat loh di Lauful Mafus (Buku catatan masing2 manusia)
Hakim : Algojoooo.... Potong tangannya
Algojo : siaaaap *praaaak*
Pencuri : Nangis2 kesakitan
Hakim : Sebenernya saya juga ga mau potong tangan kamu, tapi.... Allah tidak menghalangi saya, artinya Allah ACC dengan keputusan saya
Hakim : Kamu lupa, dilembar halaman berikutnya di lauful mafus, tertulis bahwa setelah mencuri, kamu di potong tangannya
Sampai sini bisa ditangkap ceritanya....?
Pertanyaan :    
1. Apakah sudah menjadi takdir tangan pencuri itu dipotong...?
2. Mana yang benar, hakim atau pencurinya....?
Skenarionya sudah terjadi
Ga bisa diputer mundur lagi
Ceritanya udah FIX, ga bisa dirubah-rubah
Jawaban yang benar adalah :
Hakim dan Pencuri sama-sama SALAH...!!!!
Sehingga dapat disimpulkan :Ketika kita membahas masalah takdir, maka jangan pernah dikaitkan sedikitpun dengan :
1. Ilmu Allah
2. Ketentuan Allah
3. Lauful Mafuz
Hakim dan Pencuri tadi mencampuradukkan  nomor 2 dan 3, makanya Salah semua
Takdir itu sesuatu yang memang kita tidak bisa dibebaskan untuk memilih dan kita tidak akan diminta pertanggung jawabannya
Contoh : Ada orang meninggal karena Tsunami, maka dia akan dibebaskanbpertanggung jawabannya karena apa dia meninggal, ini TAKDIR
Contoh 2 : Ada orang meninggal karena NARKOBA, maka penyebab meninggalnya dia akan diminta pertanggung jawaban
Dan itu bukan TAKDIR Tetapi - PILIHAN...!!!

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar